Kamis, 21 Januari 2016

Cerita dewasa Akibat Balapan Liar

Akibat Balapan Liar
7
Cerita Seks Birahi: Akibat Balapan Liar | Cerita Dewasa – Pagi-pagi sekali Herman mengajakku menemaninya ke polsek, awalnya aku tidak tahu apa tujuannya. Namun dalam perjalanan, Herman menceritakannya, bahwa Syamsul semalam ditahan polisi atas tuduhan perampokan dan pemerkosaan. Mendengar hal tersebut aku langsung shok, kenapa bisa Syamsul melakukan hal seperti itu. Dilema besar menghantui kami, hingga aku tidak tenang membawa mobil menuju polsek. Koleksi Cerita Seks: Akibat Balapan Liar – Sejak Herman menikah, kami sudah tidak melakukan hal bejat lagi, hanya usaha plus-plus saja yang kami pertahankan untuk menafkahi kami sehari-hari. Kelalukan seperti memperkosa atau merampok tidak pernah kami lakukan lagi, entah apa yang sedang merasuki Syamsul hingga ia nekat berbuat demikian. Semoga saja tuduhan itu tidak benar. “Mungkin ke depan, saya mau tutup usaha kita man…”, kata Herman. “Kenapa boss?”, tanyaku. “Kita usaha yang positif saja man…”, jawab Herman. Memang kulihat Herman sudah terlihat agak berbeda sejak ia menikah, mungkin ia sudah mulai bertobat dari segala dosanya. “Gue nyesal man, bisa kayak gini…”, lanjut Herman sambil menundukkan kepalanya. “Hampir sampai boss…”, aku coba mengalihkan pembicaraan, aku tak mau boss Herman bersedih, ia pasti berpikir dialah yang menjerumuskan kami semua. Koleksi Cerita Seks Terupdate – Sampai di polsek, Herman lalu menemui polisi, mungkin mencoba untuk membebaskan Syamsul. Aku langsung minta ijin bertemu dengan Syamsul. “Satorman…”, Syamsul memanggilku pelan dengan suara yang rendah. Raut wajahnya murung sekali. Ia lalu duduk depanku, “Maafkan aku bro…”, katanya. Kemudian ia mulai bercerita apa yang terjadi dengannya. *** Tiga hari sebelumnya Syamsul ditantang adu balap liar dengan seorang pemuda bernama Heru. Syamsul yang sudah yakin dengan settingan motor King nya pun tidak mau diremehkan. “Oke, kita taruhan!”, tantang Syamsul balik. “Lima puluh juta!”, tantang si Heru. Syamsul yang tidak memiliki dana sebesar itu pun bernegosiasi, “Taruhan motor saja…”, kata Syamsul. “Yang kalah serahin motor balapannya saja!”, lanjut Syamsul. “Oke, deal!” jawab Heru. Syamsul mengenal Heru dari masa lalu nya yang sering ngumpul dengan geng motor. Syamsul sudah lama tidak pernah berkumpul dengan mereka lagi sejak ia buka usaha tambal ban kecil- kecilan, juga membantu menjaga tempat usaha Herman. Balap liar jarang sekali Syamsul ikuti, hanya saja ia sering membantu menyettingkan mesin para joki balap liar itu. Malamnya tiba, para preman sudah mulai memadati jalan raya yang menuju luar kota, jalanan ini cukup sepi di malam harinya. Tepatnya jam 24:00, para preman sudah menutup jalan untuk sementara. Kiri kanan dipadati para biker jalanan yang clubnya tidak resmi. Rata-rata adalah motor modifan drag race, dari matik, bebek hingga moge. Syamsul sudah bersiap-siap berlomba dengan Heru, sama-sama menggunakan motor King yang sudah disetting khusus balap liar. Nampak puluhan orang yang berada di kiri kanan jalan juga ribut untuk taruhan. ‘Brrrmmmmmmmmm…..’, suara motor mereka ketika distarter untuk memanaskan mesin. Seorang gadis maju ke depan untuk memberi aba-aba mulainya pertandingan, “GO!!!” teriak gadis itu. Syamsul langsung memacu motor nya dengan cepat. Beberapa detik saja Heru sudah tertinggal. Tanpa speedometer, Syamsul menerka-nerka bahwa kecepatannya telah mencapai 180kpj. Penonton kiri kanan terus bersorak, Heru yang tertinggal berusaha mengejar, namun selisih jarak mereka cukup jauh. Nampak settingan motor Syamsul jauh lebih unggul. Heru terus menarik gasnya hingga full. Posisi mereka sudah kian mendekat. Heru memepet ke Syamsul yang masih unggul. Tampak di depan, garis finish sudah tidak begitu jauh, Syamsul terus memacu kuda besi nya, ia sangat berharap bisa memenangkan pertandingan ini. Selain hadiah yang diperoleh, nama bengkelnya pun bisa ikut naik pamornya. Akhirnya Syamsul mencapai finish setelah tidak sampai satu detik disusul Heru. Syamsul tampak senang sekali, ia melepaskan helmnya lalu tersenyum ke arah Heru. Namun Heru nampak kesal, ia membuka helmnya lalu melemparnya ke arah Syamsul. “Hey! Lu pasti main bangsat ya?! Lu pakek ilmu hitam?!”, tanya Heru dengan nada yang kasar. Di balap liar ini, sudah tidak heran, beberapa joki masih percaya dengan bantuan dukun. “Yang sportif dong!!!”, teriak penonton ke arah Syamsul, mereka mengira apa yang dikatakan Heru adalah benar. Lalu beberapa pria mendekati Syamsul, mereka adalah geng motor temannya Heru. “Bajingan, main bangsat juga lu ya?”, kata kawanan itu. “Hey, kalian boleh ngecek, apa gue pake guna- guna atau enggak! Gentel dong! Kalau kalah ya kalah!!”, balas Syamsul. Dikatain begitu malah membuat gerombolan itu marah. Mereka lalu memukuli Syamsul, beberapa orang mendorong motor Syamsul lalu berteriak, “Bakar!!!”. Terlihat mereka yang kalah taruhan sangat tidak terima, mereka malah melampiaskannya pada Syamsul yang diduga menggunakan ilmu hitam. Syamsul tak bergerak dipukuli, dan ia hanya bisa meratapi motornya yang sudah dilumat si raja api. “Motorku….”, teriak Syamsul. Pria yang ramai itu pun meninggalkan Syamsul, mereka berbondong-bondong pergi dari sana dengan motor mereka, menimbulkan suara ribut knalpot racing motor gede mereka. Syamsul kaget dan segera mencari tempat persembunyian, karena ia mendengar suara sirene dari mobil polisi yang menuju ke arahnya. Polisi ramai sekali memadamkan kobaran api yang melahap motor King milik Syamsul, para polisi menyisir tempat itu untuk mengejar para pembalap liar. Syamsul hanya bisa mengintip dari persembunyiannya. *** “Gue nyesal ikut balap liar man…”, cerita Syamsul sambil menundukkan kepalanya. Ia sangat terpukul sekali, kemenangannya malah membawa bencana besar bagunya. Ia kehilangan motor kesayangannya. Itulah dunia gelap, sesuatu yang tidak resmi tidaklah baik, balap liar seperti itu sudah sering menimbulkan keributan. “Lalu bagaimana kamu bisa dituduh merampok dan memperkosa bro?”, tanyaku. Masih dengan muka tertunduk, Syamsuk mulai melanjutkan ceritanya. *** Syamsul menaruh dendam dengan Heru, ia sudah merencanakan untuk balas dendam pada Heru. Keesokan malamnya, Syamsul sudah mengintai Heru, ia punya rencana untuk mencuri motor King nya sebagai ganti rugi motornya yang dibakar geng motor kawanan Heru. Syamsul yang tadinya menenggak minuman keras untuk menghilangkan bebannya kini sudah sedikit mabuk, ia melihat Heru membawa motor Kingnya berboncengan dengan seorang cewek yang diduga adalah pacar Heru, Syamsul yang menyewa ojek pun mengikuti Heru dari belakang. Aneh, Heru malah masuk ke hutan, tempat yang gelap dan sunyi. Syamsul meminta ojek meninggalkannya di depan, lalu ia berjalan masuk hutan secara mengendap-ngendap. Terlihat motor King Heru terparkir di dalam, dan ada sebuah pondok kecil di dalam hutan itu. Ternyata Heru ingin berpacaran di tempat sepi seperti dalam hutan yang sunyi tanpa gangguan siapapun. Syamsul pun mengendap-ngendap dengan membawa sebuah belati dan berbekal seutas tali, ia sudah tidak tahan ingin meluapkan emosinya. “Halloooo soobaaatttttt….”, sapa Syamsul yang tiba-tiba muncul dari balik semak belukar. Heru langsung kaget, kemunculan Syamsul menghentikan kemesraannya berciuman dengan pacarnya. Suasana yang gelap hanya diterangi cahaya rembulan membuat Heru sedikit sulit melihat sosok di balik kegelepan itu, “Syamsul? …”, Heru memastikan. “Ha ha ha ha ha…”, Syamsul tertawa terbahak- bahak, “Gue mau ambil hasil taruhan gue…”, kata Syamsul. Heru kaget bukan main, ia terlihat salah tingkah karena sedang pacaran di tempat gelap. “Lu ngapain di sini?!”, teriak Heru yang sontak langsung bangkit. Pacar Heru terlihat takut dan langsung bersembunyi di belakang Heru. “Serahin motor lu, atau gue bunuh?!”, ancam Syamsul. “Kampret! Enak aja…” jawab Heru yang langsung menyerang Syamsul. Sayangnya Syamsul sangat gesit, dengan beberapa pukulan saja Heru langsung dengan sekejap bisa dilumpuhkan. “Masih mau melawan?”, tanya Syamsul yang langsung mengikat Heru dengan tali yang ia bawa. “Lepasin gue kampret!”, teriak Heru yang masih mencoba melawan. “Lu mau gue bunuh coy?!”, ancam Syamsul dengan mendekatkan belatinya ke leher Heru. Heru langsung diam, namun terdengar isak-isak tangis pacarnya. “Wew, cantek juga cewek lu coy?”, kata Syamsul yang melihat ke arah pacar Heru. “Ambil aja motor gue! Lepasin kami!!”, Heru berteriak. “Hmmm… Kayaknya gak sebanding coy…”, Syamsul melihat gadis itu sambil menenggak ludah. Gadis itu masih ABG, mungkin umuran tujuh belas tahun, rambutnya lurus panjang, tubuhnya pun mungil seksi. “Siapa nama lu?”, tanya Syamsul kepada gadis itu. “Milaaa….. bangg…”, gadis itu menjawab dengan ketakutan. “Hmm, Mila… Nama yang bagus…”, kata Syamsul. “Lu boleh bunuh gue, tapi lepasin dia!”, teriak Heru. Syamsul lalu memandang ke arah Heru, dengan muka kesal Syamsul lalu meninju perut Heru yang terikat tak berkutik. “Lu mikir ga sama keadaan gue?”, tanya Syamsul. “Oke… Oke… Lu ambil aja tuh motor…”, jawab Heru. “Enak aja lu ngomong…”, Syamsul kesal langsung menampar Heru. Pacar Heru terus menangis melihat Heru diperlakukan seperti itu. “Itu motor hadiah menang taruhan… Kampreettttt…. Lu masih ngutang satu motor lagi buat gantiin motor gue yang kalian bakar…”, kata Syamsul. “Terus, harga diri gue lu juga mesti bayar… Kampreettttttt…. Dikeroyok orang, terus dituduh pakai ilmu hitam…”, lanjut Syamsul. “Kini gue mau liat harga diri lu gimana…”, kata Syamsul yang langsung mendekati Mila. “Woi, lepasin dia!!!”, teriak Heru. “Oke… Oke… Gue bayar… Gue tambahin jadi tiga motor sekalian buat lu…”, Heru mencoba menawar. Syamsul lalu balik ke arah Heru, bukan melepaskannya, Syamsul malah menutup mulut Heru dengan sapu tangannya. “Hmmm… Hmmm…..”, Heru coba berteriak dengan mulut yang tertutup sapu tangan. “Lu diam aja, jangan berisik, nikmati aja perasaan lu…”, kata Syamsul yang kemudian kembali berbalik ke arah Mila. “Ja….jangaannnnn baannggg….”, gadis kecil itu memohon. “Kalau kalian mau hidup, lu mesti layani gue…”, ancam Syamsul dengan memainkan belatinya. Mila malah terus menangis ketakutan. “Woi woi.. Lu mau liat gue bunuh cowok lu??…”, ancam Syamsul. “Jaannngaaaannnn baanngggg…. Hiikkkksssss….”, jawab Mila. “Kalau gitu, sekarang lu buka semua pakaian lu!”, perintah Syamsul. “Hmmmm hmmmm hmmmmmm…..”, Heru mencoba melarang Mila. Syamsul terus memainkan belatinya hingga Mila ketakutan. Tidak ada pilihan lain, Mila dengan terpaksa memenuhi permintaan Syamsul. Heru masih terus mencoba berontak dan berteriak, namun usahanya hanya sia-sia saja. Dengan wajah yang bercucuran air mata, Mila pelan-pelan membuka baju kaosnya, ditariknya dengan perlahan hingga kaosnya ke atas dan terlepas. Buah dadanya yang belum begitu besar terlihat segar ditutupi bra berwarna pink. Syamsul menjulurkan lidahnya, menandakan ia sangat menikmati pemandangan indah di depannya itu. Lalu Mila mulai membuka resleting celana jeansnya. “Ayo cepet… Apa mau gue yang bukain?!”, kacau Syamsul. Mila takut sekali, ia lebih memilih melepaskan sendiri daripada harus dilepaskan oleh Syamsul. Celana jeans birunya pun perlahan-lahan ditarik ke baeah, hingga tampak celana dalam Mila yang berwarna pink, dengan motif bunga yang cantik. Kini Mila hanya mengenakan bra dan celana dalam, ia berusaha menutupinya dengan tangan, namun Syamsul melarangnya, “Woi, gue minta lu bugil!!”, teriak Syamsul. Sontak saja Mila kaget, masih dengan raut wajah sedih, ia perlahan melepaskan bra nya sendiri. Heru masih terus berontak, suaranya tidak kedengaran, Syamsul pun sudah tidak memperdulikannya. Mila sudah melepaskan bra pink nya, susunya yang segar itu terlihat indah, putingnya merah muda dan masih kecil. Dengan sebelah tangannya ia berusaha menutupi dadanya, sebelah tangannya lagi menarik celana dalamnya turun. “Gak perlu malu-malu… Cukup gue aja yang dipermaluin cowok bangsat lu itu…”, kata Syamsul. Kini Mila sudah telanjang bulat setelah berhasil membuka celana dalamnya. Dengan kedua tangannya ia berusaha menutupi dada dan kemaluannya. Sekilas terlihat oleh Syamsul, sela di antara paha Mila yang masih jarang bulunya. “Woi woiii……”, Syamsul bermaksud agar Mila tidak menutupi dada dan kemaluannya. Mila kembali menangis, “Jangan apa-apain gue bannngggg…”, pintanya sambil menurunkan tangannya. Syamsul tidak menggubris, ia hanya memplototi tubuh Mila yang indah itu. “Lu bisa nari ga?”, tanya Syamsul ke Mila. “Gaaa… a… gaa biiiss…saaa bannggg…”, Mila menjawab dengan ketakutan. “Makanya belajar… Mau gue ajarin??”, tanya Syamsul. Tak mau menjawab Syamsul, Mila lalu coba berjoget, ia ketakutan, badannya gemetaran, ini lebih baik pikirnya daripada harus diajarkan Syamsul. “Nah, tuh bisa….”, singgung Syamsul sambil bertepuk tangan. Mila menggerakkan tubuhnya, dari tangan sampai ke kaki bergoyang. Syamsul lalu mengeluarkan hp nya, lalu memainkan musik disco. Mila berjoget dengan tubuh yang gemetaran, wajahnya masih dipenuhi air mata yang terus mengalir. “Jangan nangis donk, cup cup cup, tar cantiknya gak keliatan…”, olok Syamsul. Mila terus bergoyang, hingga ia sedikit capek dan memelankan gerakannya. “Kalo capek, istirahat aja… Sini gue pijitin…”, kata Syamsul. Mila langsung pucat ketakutan, “Janngaannn baannnggg….”, Mila menghentikan gerakannya dan kembali menangis dengan kencang. “Sini, gue cuma mau lu bukain pakaian gue!”, Syamsul memerintahkan Mila. Heru masih terus berontak walaupun ia tahu usahanya sia-sia. Mila tidak berani mendekat hingga Syamsul kesal kemudian berteriak, “Lu mau gue bunuh?!”, ancamnya sambil mengarahkan belatinya. Perlahan Mila mendekati Syamsul, “Nah gitu dong, anak baik….”, olok Syamsul. Kancing bajunya satu per satu dilepas oleh Mila. “Dilihat dari dekat, ternyata Mila sangatlah cantik…”, rayu Syamsul yang diam membiarkan Mila melepaskan pakainnya. Mila memalingkan wajahnya, ia takut memandang tubuh Syamsul yang dipenuhi tatto itu. Baju Syamsul yang hanya selapis sudah terbuka, kini giliran celana jeans nya yang terkoyak di sebelah lutut. Mila melepaskan kancing dan membuka resleting celana jeans Syamsul, lalu pelan-pelan ditariknya turun ke bawah. “Milamau gak jadi pacar abang?”, tanya Syamsul. Mila tidak berani menjawab, wajahnya masih memaling kesebelah, ia tak mau memandang ke depan, di mana celana jeans Syamsul sudah turun, dan menampakkan penisnya yang mengeras dibalik celana dalam kumalnya. “Gak apa-apa, Mila pikirkan saja dulu…”, lanjut Syamsul. Kini tubuh Syamsul hanya mengenakan celana dalam abu-abu kumal saja. “Lanjutin dong…”, perintah Syamsul. Mila pelan-pelan menarik turun celana dalam Syamsul hingga penis besarnya menyembul keluar. Mila ketakutan tak ingin melihat benda itu, mungkin jijik baginya, karena Syamsul yang urakkan, penisnya berbau pesing. “Mila kok gak mau lihat?”, tanya Syamsul. Mila terus meneteskan air mata, dengan terpaksa ia pun memandang ke depan, ia sedikit takut dengan penis besar Syamsul yang berbau pesing. “Jangan malu-malu, kalau penasaran, pegang saja…”, kata Syamsul bermaksud menyuruh Mila memegang penisnya itu. Mila sangat ketakutan, tangannya gemetaran diarahkan ke penis Syamsul. ‘Hmmm…. Hmmmmm…’, suara teriakan Heru yang tak kedengaran. Mila akhirnya dengan terpaksa memberanikan diri menyentuh penis Syamsul. “Nah, gitu dong… Dikulum aja kalo haus…”, kata Syamsul. Dengan tangan yang masih gemetaran, Mila menyentuh penis Syamsul. Mila terlihat jijik memegang penis Syamsul, ia hanya menyentuh dengan ujung jarinya. “Milaaaa…..”, suara Syamsul menekan Mila. Penis Syamsul akhirnya dipegang Mila, lalu Syamsul menuntun tangannya untuk mengocok penis Syamsul. Mila mulai mengocok penis Syamsul dengan perlahan, walaupun tangannya gemetaran, tapi ia sudah membuyarkan rasa jijiknya. “Bagus… Teruskan sayang….”, kata Syamsul. Mila terus mengocok penis Syamsul dengan pelan, ia bergantian tangan ketika capek mengocoknya, tangan kiri lalu dengan tangan kanan. “Kalo capek ya pake mulut aja sayang…”, kata Syamsul. Jelas saja Mila takut, ia sangat jijik dengan penis Syamsul yang bau pesing itu, apalagi kalau harus memasukkan benda itu ke dalam mulutnya. Mila terpaksa terus mengocok penis Syamsul dengan kedua tangannya, walaupun tangannya sudah terasa sedikit sengal. Heru sudah menyerah akan usahanya, mulutnya yang tertutup sapu tangan tak mampu berteriak, lagian kalau pun dia berteriak, tidak ada yang mendengar, karena Heru tau mereka dalam tengah hutan. Lokasi ini memang dipilih Heru sebagai tempat pacaran, karena sangat sepi, bahkan mereka bisa berbuat mesum tanpa diketahui siapapun, tempat yang aman dan gratis pikirnya. Kinu Heru hanya bisa pasrah, dengan berlinang air mata, ia tak mampu melihat derita pacarnya. Syamsul kemudian menjambak rambut Mila, ia mulai bosan kocokan tangan Mila, ia ingin Mila mengocok penisnya dengan mulatnya. “Pakek mulut dong!”, perintah Syamsul langsung menjambak rambut Mila agar wajah Mila mendekat ke penisnya. Mila ketakutan, pipinya yang basah dengan air mata kini menyentuh penis Syamsul yang besar dan berbau pesing. “Ayo!!!”, Syamsul memaksa dengan tamparan lembut di pipi Mila menggunakan penisnya. Mila pun dengan terpaksa membuka mulutnya, lalu Syamsul dengan memudah menyodorkan penisnya ke dalam mulut Mila. Dengan mata tertutup Mila akhirnya mengikuti perintah Syamsul, ia biarkan penis Syamsul yang bau itu masuk ke mulutnya. “Bagus….”, puji Syamsul menampar kecil pipi Mila dengan tangannya. Lalu Syamsul menjambak kembali rambut Mila, agar Mila memaju mundurkan wajahnya. Mila pun tidak ada pilihan lain, dengan sangat terpaksa ia belajar menyepong benda bau pesing milik Syamsul itu. Penis Syamsul terus kelua masuk di mulut mungilnya Mila. Sesekali Syamsul juga menahan kepala Mila, agar penis Syamsul terdorong masuk hingga ke tenggorokan Mila, membuat Mila serasa ingin muntah. Cukup lama Mila menyepong penis Syamsul, hingga Syamsul sudah cukup bosan. Ia meminta Mila melepaskan sepongannya, agar Syamsul juga tidak cepat berejakulasi, ia tampak belum puas menikmati Mila. Lalu Syamsul membaringkan Mila di pondok kecil itu, Syamsul lalu menimpa nya. “Tadi Mila sedot punya abang, gantian abang sedot punya Mila ya….”, kata Syamsul yang langsung menyedoti susu Mila. Dengan ganas Syamsul menyedoti susu Mila yang masih kelihatan kecil dan segar. Perlawanan Mila tak berarti, tangannya ditangkap Syamsul, hingga dengan sangat leluasa Syamsul menyedoti susu Mila. Lalu diciumnya di antara puting, hingga ke leher Mila, kemudian Syamsulpun melumat bibir Mila yang mungil itu. Bibir Mila menutup sehingga Syamsul memaksa dengan bibirnya agar mereka bisa berciuman, lidah Syamsul dijulurkan hingga menerobos masuk ke mulut Mila, dijilatinya bibir Mila. Lalu jilatan Syamsul bergerak ke leher, hingga kembali ke dada Mila. Dua buah dada Mila yang segar itu terus dikenyot Syamsul tanpa henti. Mila hanya bisa menangis tanpa bisa melawan. Sedangkan Heru meratapi nasibnya, ia mungkin juga menyesal telah berurusan dengan Syamsul. “Suegerrrrr……”, olok Syamsul ketika puas menikmati payudara Mila, ia sengaja menatap ke arah Heru agar Heru menderita melihat semua ini. *** “Tenang bro, Herman pasti segera mengeluarkanmu dari sini…”, aku memotong cerita Syamsul. “Tidak man, gue orang bejat… Gue pantas mendapatkan semua ini…”, kata Syamsul. Ia sangat terpukul sekali, sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan, menginap di penjara. Herman masih bernegosiasi dengan kepala polsek, semoga saja Herman berhasil. Syamsul masih menundukkan kepala sambil meneteskan air mata, “Gue bejat man…”, katanya yang kemudian melanjutkan cerita. *** Ciuman Syamsul sudah mengarah ke perut Mila, kemudian berlanjut hingga ke selangkangan Mila. Syamsul menjilati bulu-bulu halus di sekitar vagina Mila. Tubuh Mila gemetaran, ia sangat takut sekali, “Jaangan peerkoosssa Mila banggg….”, Mila memohon. Syamsul tidak memperdulikannya, ia menjilati daerah sekitar vagina Mila hingga Mila kegelian. Lalu Syamsul mencium vagina Mila, “Hmm, masih rapet…”, kata Syamsul. “Udah pernah ngentot belum?”, tanya Syamsul. Mila hanya menangis tidak berani menjawab. “Hahaha, gak usag munafik, paling- paling si jahanam Heru udah nodai lu juga…”, kata Syamsul lalu melanjutkan ciumannya di vagina Mila. Lalu dijulurkan lidahnya untuk masuk ke vagina Mila. Tubuh Mila bergelinjang kegelian, Syamsul terus menjilati vagina Mila, terutama di daerah klitoris, sehingga Mila tak mampu menahan rasa gelinya. Kini sambil menjilati klitoris vagina Mila, Syamsul menyodokkan jari telunjuknya ke vagina Mila. “Aughhhh…..”, rintihanMila karena vaginanya dengan tiba-tiba ditusuk kasar oleh Syamsul. Mila terus bergelinjang kegelian, klitorisnya terus dijilati Syamsul dan vaginanya terus ditusuk dengan jari Syamsul. Mila tak mampu menahan rasa geli itu, karena Syamsul tak henti-henti membuat Mila merasakan nikmat. “Hahaha, sudah mulai nikmat kan Mila?….”, tanya Syamsul dengan raut wajah kegirangan. Ia terus menjilati klitoris vagina Mila, dan jarinya pun masih terus mengobok vagina Mila. “Umhmhhh…”, desahan Mila yang ditahan, Mila nampak sudah terangsang namun ia menyembunyikan perasaannya, ia menggigit bibir bawahnya karena rasa nikmat dan geli sudah merasuki hingga ke otaknya. Beberapa menit berlalu, “Sudah gak perawan?…”, tanya Syamsul yang sudah menghentikan jilatannya, namun jarinya masih terus mengobok- ngobok vagina Mila. “Hmmmrmmrrr….”, suara Heru tidak terdengar jelas. Mila pun hanya menangis, ia tidak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi padanya, ia hanya bisa pasrah. Syamsul lalu mempercepat gerakan jarinya, hingga Mila bergelinjang, matanya membelalak dan Mila akhirnya berejakulasi, air cair banyak bersemburan dari dalam vagina Mila. Ketika Syamsul mencabut jarinya, air itu pun bersemburan kemana-mana, membasahi tangan Syamsul. “Hahaha, nikmatkan Mila?…”, tanya Syamsul. Lalu ia mendekati Heru dan melapkan tangannya ke muka Heru. “Neh, buat lu…”, lalu Syamsul juga melapkan tangannya ke baju Heru hingga tangannya kering. Syamsul kembali mendekati Mila, “Sayang, ngentot yuk…”, ajak Syamsul. Mila ketakutan, ia coba bangkit untuk berusaha menjauh. Mila berusaha kabur, ia berlari walaupun badannya sempoyongan, “Hey!”, teriak Syamsul yang lalu mengejarnya. Tanpa berbusana mereka berkejaran, namun karena kondisi Mila yang sedikit tidak baik, ia pun terjatuh, dengan mudah Syamsul mendapatkan kembali mangsanya itu. Rambut Mila dijambak dan ditarik agar mengikutinya kembali ke pondok. “Mau kabur ke mana lu?”, tanya Syamsul lalu menghempaskan badan Mila ke pondok. Mila terus menangis, ia ditendang dengan keras oleh Syamsul tepat di perutnya, “Lu mau gue bunuh?!”, ancam Syamsul. Lalu ia kembali menjambak rambut Mila, lalu menampar pipinya. Mila menangis dengan kencang, air matanya tidak berhenti bercucuran. Syamsuk lalu memperhatikan Heru, “Jangan salahkan gue, ini semua salah lu!!!”, kata Syamsul ke Herman. Syamsul lalu menarik kaki Mila, kakinya dibuka lebar, lalu Syamsul tanpa aba-aba langsung menusukkan penisnya yang sudah mengaceng sedari tadi ke arah vagina Mila. “Arghghhhhh……”, rintihan Mila ketika vagina sempitnya dijebol paksa oleh penis besar milik Syamsul. *** ‘Waduh, napa gak ajak-ajak?’ pikirku dalam hati. Mendengar cerita Syamsul bukan membuat aku iba, namun aku sedikit terangsang, penisku sedikit demi sedikit mulai mengeras. Namun aku tidak mau menyinggung perasaan Syamsul, aku pura-pura iba sambil mendengarkan ceritanya. *** Syamsul mulai menggenjot pelan tubuh Mila. “Argh…”, desahan kecil Mila terdengar jelas di dalam hutan yang sepi begini. Hanya dengan cahaya remang-remang sinar rembulan, Syamsul menikmari tubuh indah Mila. Tubuh Mila bergoyang seirama dengan genjotan Syamsul. ‘Ceplok ceplok…’, suara berasal dari gesekan penis Syamsul dan vagina Mila. “Asyik kan Mila? …”, tanya Syamsul sambil berbisik ke telinga Mila. Hanya rintihan kesakitan bercampur desahan kenikmatan yang keluar dari mulut Mila, ia di posisi yang sangat menyulitkan, merasa terhina namun juga menikmati sensasi seks yang tidak bisa dipungkiri baginya. Sungguh dilema besar bagi Mila, ia harus diperkosa di depan pacarnya sendiri. “Oh oh oh…”, desahan terus terdengar walaupun Mila masih terus meneteskan air mata. Genjotan Syamsul pun tidak berhenti, malah semakin kencang. Syamsulpun tidak hanya mengentotnya saja, ia juga melumat bibir dan payudara Mila. Tubuh Mila penuh cupangan, terutama di leher dan sekitar payudaranya. Puting susunya yang merah muda pun terlihat sedikit memar akibat digigit Syamsul. Bertubi-tubi serangan yang dilakukan Syamsul, remasan-remasan di daerah dada Mila terus bergulir, bahkan ia mencengkram erat susu kecil Mila itu hingga Mila menjerit kesakitan. Tubuh Mila maju mundur bergerak seiring goyangan Syamsul. Terus menerus digenjot hingga Mila tak mampu bergerak lagi, badannya sudah loyo tak bertenaga. Syamsul tidak memperdulikannya, ia masih semangat menggenjot Mila yang malang itu. Sesekali ia memelankan gerakannya supaya ia tidak cepat mencapai ejakulasi. Sedangkan Heru sudah diam, ia juga capek berontak, tergeletak begitu saja tanpa gerakan berarti, tampak ia sudah lemas tak bertenaga. Tubuh Mila dipeluknya erat, hingga dada mereka bersentuhan, bibir Mila terus dicium Syamsul, dan tidak henti Syamsul masih menggenjot Mila. Hingga Syamsul mencapai klimak, ia mencengkram erat tubuh Mila. “Jangannnnn…..”, teriak Mila sambil mendorong Syamsul, namun usahanya percuma, Syamsul membiarkan penisnya berejakulasi di dalam vagina Mila. Spontan Mila langsung menangis dengan keras, Syamsul tidak peduli, ia terus memeluk Mila dan membiarkan penisnya tertancap di dalam vagina Mila. *** “Syam…”, sapa boss Herman mendekat ke arah kami, tampaknya negosiasi mereka sudah selesai. “Man…”, balas Syamsul yang masih menundukkan kepala. “Gimana boss?”, tanyaku ke Herman. Sejenak Herman hanya diam saja, lalu ia berkata, “Kami akan berusaha mengeluarkanmu dari sini…”, Herman memberi semangat kepada Syamsul. Menangis, hanya itu yang bisa Syamsul ungkapkan. Lalu seorang polisi menghampiri kami dan mengatakan waktu jenguk kami sudah habis. Sebelum kami pergi, Syamsul hanya berpesan supaya kami kembali ke jalan yang benar. “Apa harus kita lakukan boss?”, tanyaku kepada Herman saat dalam perjalanan pulang. “Tak ada…”, Herman menjawab dengan wajah yang murung. “Semua bukti sangat kuat…”, lanjut Herman. “Kita cuma bisa membantu mencari pengacara hebat saja, setidaknya membantunya mengurangi masa tahanan”, lanjut Herman. Seminggu berlalu akhirnya sidang Syamsul dibuka, ia divonis penjara selama lima belas tahun atas tuduhan pemerkosaan dan perampokan. Semua bukti memberatkannya, pengacara yang Herman bayarpun tidak banyak membantu. Dari ceritanya memang sangat jelas, bukti dan saksi sudah tidak dapat dielakkan. *** Syamsul menarik keluar penisnya dan membiarkan Mila terbaring bugil dengan vagina yang meneteskan sperma yang tersisa. Sebelum pergi, Syamsul sempatkan menendang Heru, disiksanya hingga puas, lalu dikencinginya pas ke wajah Heru. “Liat akibat perbuatan lu!”, kata Syamsul. Motor milik Heru dinyalakan lalu dibawa pergi Syamsul, meninggalkan Heru dan Mila yang tak berkutik di dalam hutan. Besoknya, Syamsul ditangkap di kiosnya, tanpa perlawanan Syamsul digiring ke polsek. Heru yang membuat laporan, ia tampak dengan muka lebamnya masih marah dengan Syamsul, sedangkan Mila dirawat di rumah sakit, ia divisum dan positif bahwa sperma Syamsul tertinggal di vaginanya. *** Kami selalu mengunjungi Syamsul, dia adalah teman kami, dan kami tidak bisa meninggalkannya. Ironisnya dikunjunganku yang ketiga, ia meluapkan semua perasaannya, ia menceritakan sampai menangis. Syamsul sudah bertobat, ia akan kembali ke jalan yang benar, katanya ia akan bertanggung jawab pada Mila jika memang Mila hamil dan meminta pertanggungjawaban. Aku tidak bisa menceritakan kepada Syamsul, karena ku dengar Mila akan mengaborsi kandungannya jika ia ternyata hamil. “Man, kamu juga harus pikirkan masa depan, hidup sekarang ini tidak baik…”, kata Syamsul. “Hidup di penjara tidak enak man…”, lanjutnya bercerita. Kata Syamsul ruangannya dingin, ia hanya tidur beralas tikar, makanan cuma nasi putih dengan telur goreng, itu pun sering direbut teman satu selnya, yang lebih ironisnya lagi, penghuni sel sangat membencinya. Syamsul bercerita hingga menangis, di sini ia sangat tersiksa, para narapidana lain sering memberinya ganjaran, karena di sini pemerkosa adalah orang terkutuk. Penisnya sering dipukul oleh narapidana di sini, kadang dioleskan cabe, kadang juga menggunakan balsem, kadang penisnya ditarik paksa oleh napi lain hingga Syamsul harus merasakan sakit yang luar biasa di penisnya, itulah hukuman bagi seorang pemerkosa kata Syamsul. Mendengar ceritanya aku merasa ngeri, semoga pengalaman Syamsul bisa membuatku berubah dan tidak mengikuti jejaknya. TAMAT

http://www.binal.in/2015/11/cerita-dewasa-akibat-balapan-liar.html

Mama Ku yang seksi Di entot Tukang Kebun



Pak sahrul semakin lahap menikmati payudara mama setelah payudara itu mengeluarkan air.”wah..ibu masih bersusu..”katanya sambil menghisap pentil mama.”pak..sdh..oh…”mama terus mendesah.Lama klamaan,mama akhirnya menikmatinya.”trus..pak..sshhss trus..”kata mama.Mendengar perkataan itu,pak sahrul menghentikan kegiatanya.”kok..berhenti pak.”tanya mama.”jangan disini ada anakmu…”jwbnya.Lalu pak sahrul menggendong mama kekamarnya.Sampai dikamarnya.Pak sahrul tinggal mengenakan sarung.Sementara daster mama masih tersangkut menutupi selangkangan mama,mama telentang ditempat tidur pak sahrul.Kemudian pak sahrul mengikat tangan mama dengan kain panjang disisi tmpt tidur.Pak sahrul kembali mencipok mama.Mama hanya memeramkan matanya.Lidah tukang becak itu turun sampai pada puting mama.Dia menjilatinya seperti anak bayi.”pak..sakit..akh..”desah mama sambil menggoyangkan badanya.



Pak sahrul semakin melahap tetek mama.Tanganya memplintir puting mama hingga mengeras.Payudara memerah bercak tangan pak sahrul yg meremas payudara mama.Kemudian pak sahrul mengambil jepitan rambut wanita yg ada dilacinya.Dijepitnya kedua puting mama dengan jepitan itu.Mama lantas berteriak kecil.”akh..sshhh..pak..sakit..lepaskan pak..”kata mama.”jangan byk bergerak entar semakin sakit”kata pak sahrul.Pak sahrul kembali menempelkan mulutnya dipayudara mama.Ternyta pak sahrul ingin mengeluarkan dan merasakan susumama lebih banyak.”pak..oh..sakit..”kata mama berulang kali.Pak sahrul semakin menghisap dengan tajam puting mama secara bergantian.Nampak wajah puas pak sahrul setalah melepaskan penjepit rambut itu dari puting mama.Kemudian pak sahrul menurunkan daster mama.Nampaklah tonjolan vagina mama yg berbulu lebat ditutupi cd hitam.Tanpa pikit lagi,pak sahrul menurunkan cd mama sekaligus.


Wah udah lama aku gak melihat vagina mama.Jembut mama kini semakin lebat dari 1bulan yg lalu.Wajah pak sahrul sepertinya kurang suka melihat vagina mama.”ayo pak..siksa aku..kayak..tadi..rangsang pak”kata mama.Kemudian pak sahrul menggesakan tanganya dijembut mama.”akh..”teriak mama ketika pak sahrul mencabut 4helai jembut mama.”jelek sekali jembut mu nyonya..”kata pak sahrul.Kemudian pak sahrul membuka lacinya dan mengeluarkan pisau silet cukur.Diambilnya airnya dan dituangnya kemjembut mama.Creek…creek..jembut mama kini sudah agak gundul.”jangan..pak..jangn dipotong..”rintih mama.
Ternyata pak sahrul mengukir huruf S divagina mama.Kemudian pak sahrul mengambil kaca dan memperlihatkanya kepada mama.”lihat nyonya…rapikan..”kata pak sahrul.Wajah mama memerah melihat itu.KEmudian pak sahrul menempelkan mulutnya divagina mama.Kemudian lidahnya mencolok-colok vagina mama.”akh..pak. geli..”kata mama.Vagina mama sangat rapet,mungkin karena sudah tdk dijamah sama papa.”sempit sekali bu…”kata pak sahrul.Tangan paksa hrul langsung mencolok-colok vagina mama.Kemudian itil mama dijilat sama pak sahrul.Tak tanggung2,pak sahrul mengisap vagina mama yg agak basah itu.Mama terus mendesah sambil berusaha melepas tanganya yg terikat disisi tempat tidur.Mama melipatkan kakinya dikepala pak sahrul yg menempelkan kepalnya divagina mama.”trus pak..shss”desah mama berulang kali.Mama semakin menekan kepala pak sahrul,”pak..ak mau kelu…ar..tak..taha..”kta mama.Pak sahrul semakin lincah menjilati vagina mama.DAn beberapa saat kemudian,mama menekan kepala pak sahrul dengan kakinya dan tubuh menggelinjang hebat.Mama orgasme untuk pertama kalinya.

Kisah ini adalh kisah yg kuceritakan tentang gairah mama.Usiaku saat ini memasuki 22thn.Aku akan menceritakan pengalaman nonton bokep langsung didepan mata pada saat usiaku memasuki 18tahun.Waktu itu mama masih berumur 50thn.Loh pasti dah tahu gimana kalau cewek memasuki penuaan,pasti gairahnya penurun dan penampilanya berkurang.Tapi hal ini tdk terjadi pada mamaku.

Ntah kenapa,semenjak aku kelas 6sd mama mengikuti fitnes dan aktivitas lainnya.Fitnes itupun masih berlanjut hingga aku tamat sma,tapi agak berkurang karena papa tdk sepertinya tdk suka melihat mama dekat dengan om fandy,seorang intruktur fitnes dan juga seorang dj.Aku tdk tahu sampai mama hubungan mereka,tapi kayaknya udah sampe ranjang,soalnya aku pernah memergoki mama sama om fandy berduan diruang tengah.Badan mereka sama2 basah,daster mama juga kusut dan rambut mama berantakan.Waktu itu aku kelas 2SMP.Dan waktu papa pergi kepapua selama 3hari,mama mengajak om fandy tidur dirumah tanpa sepengetahuanku.Yg kutahu mama pulang jam 11malem dengan memakai gaun dada rendah yg teramat sexy menampakan pugungnya.Dan paginya,om fandy mengantarkan aku kesekolah,selama 2hari aku hanya pura2 bodoh sama mama dan om fandy.Setahun kemudian,tepatnya aku kelas 3 smp,mama sdh jarang ketemu om fandy.Mama lebih sering bergaul dengan ibu2 tetangga.Baiklah cukup ceritanya,akan kuceritakan pengalamanku sewaktu sma.
Setiap bulanya,mama mendapat jatah 2jt dari papa untuk membeli kebutuhan rumah tangga.Karena papa mendapat tugas kerja diluar pulau,tepatnya di p.xxxxx mama meminta papa untuk mencarikan tukang kebun yg merawat kebun kami sama mama,dan juga sebagai seorang penjaga.Akhirnya,dapatlah seorang tukang kebun yg dan penjaga yg mendapat tempat tinggal digudang belakang.Namanya sahrul,pak sahrul kalau siang menjadi tukang becak.Dia adlh seorang bapak 58thn,badanya masih sehat,istrinya tinggal bersama anaknya dikampung yg tak jauh dari kota kami.Pak sahrul mempunyai sifat pendiam dan baik hati.Tapi ternyata,pah sahrul mempunyai nafsu yg cukup tinggi.Dikamarnya,terpampang sticker dan majalah bokep.


Tak disangka.Kejadian ini bermula diseminggu pak sahrul di rumahku.Setelah kuperhatikan,kayaknya pak sahrul mempunyai nafsu yg tinggi terhadap mama.Aku melihat dia selama 3hr berturut-turut memandangi mama secara tajam.Mungkin karena tdk pernah lagi dijamah,sampai2 aku melihat dia beronani dan menumpahkan di bh mama yg terjemur didepan kamarnya.Aku hanya mendiamkan kelakunya.Mama pun sepertinya tdk menghiraukan keberadaan pak sahrul,mama malah lebih sering memakai daster 1tali,nampaklah ketiak mama dan tonjolan teteknya dibalik daster yg menyembul keluar.Dan juga mama duduk mengakang ditaman bunga belakang yg mengadap ke wc pak sahrul,ketika itu pak sahrul lagi mandi.Mama jg tdk mengetahui pak sahrul melihatnya,dari sudut kanan dibalik tumpukan barang,pak sahrul sedang asyik mengocok zakarnya yg hitam besar.Pada malam jumat,aku dan mama lagi makan malam sama-sama.Beberapa saat kemudian,pak sahrul datang.Selesai makan malam,aku berbincang dengan mama dikamar mama.Saat itu mama mengenakan daster 1tali tanpa tangan,mama juga gak pake bh.Jadi nampak jelas putingnya yg menempel didaster.


Tiba2 aku tertidur dikamar mama.Aku terbangun jam 10 ketika akan kencing.Kulihat mama tak berada disampingku.Setelah kencing aku keluar dari kamar mama.Saat berjalan menuju kamarku.Aku mendengar suara mama dengan pak sahrul diteras taman belakang.Ternyata pak sahrul sedang memijit pundak mama.


Saat itu pak sahrul hanya mengenakan kaos dan sarung.”trus pak…enak..lebih keras pak..”kata mama.Karena sangat ngantuk aku masuk kekamar.Terpikir olehku,apa yg terjadi jika pak sahrul memperkosa mama.Karena ketakutanku.Aku kembali keluar.Aku kembali mengintip dari balik jendela dapur.Situasi masih seperti tadi.Tangan pak sahrul secara perlahan menjatuhkan tali daster mama yg kanan.Mama masih memejamkan matanya menikmati pijatan pak sahrul.Lalu tangan kiri pak sahrul menepikan tali daster mama yg kanan.


Dan akhirnya tali itu jatuh sendiri.Secara spontan tangan pak sahrul langsung meremas kedua tetek mama yg besar dan padat itu dan mulutnya mencium bibir mama.Mama mencoba melawan,tapi kedua tanganya sudah dalam pelukan tangan pak sahrul yg meremasi payudara mama.


Mama juga menggelengkan kepalanya agar lepas dari bibir paksahrul.Tapi apa dikata,mama tidak bisa melepas bibir pak sahrul dari mulutnya.Tangan pak sahrul pun kini mempijit-pijit puting susu mama.Mama terkulai lemas dan menikmati cumbuan pak sahrul.”kamu cantik sekali..”puji pak sahrul melepaskan ciumannya dan mencium pipi mama.Kemudian bibirnya pindah ke payudara mama.Tukang becak itu menjilati puting mama dengan lahapnya.”akh..pak…sudah..Akh..shh”desah mama berulang kali.

Lalu pak sahrul melepas kepalanya dari mulut vagina mama.Lalu pak sahrul menurunkan sarungnya.Penis pak sahrul lebih besar dari punyaku,nampak urat2nya dan jembutnya yg tinggal sedikit.Kemudian dia jongkok diatas dada mama.Penisnya disodoknya kemulut mama.Mama tdk dapat menapung seluruh penis pak sahrul yg panjang.Pak sahrul memejamkan matanya sambil melepas iketan tangan mama.Setelah lepas,tangan mama langsung memegan penis pak sahrul dan mengocoknya.Pak sahrul langsung menghentikan kocokan mama yg dapat membuatnya klimaks.Lalu pak sahrul mengambil sebuah botol yg berisi bir,setelah diteguknya ditumpahanya kebadan mama.”ayo kita mulai nyonya..”kata pak sahrul.Pak sahrul menindih mama yg terlentang dan memasukan penisnya kevagina mama.”akh..pak..”desah mama ketika pak sahrul memaksa penisnya masuk kedalam vagina mama.”akh..shshh..”desah mama.Pak sahrul menggenjotakan penisnya dengan sekencangnya hingga terdengar suara tempat tidur.”akh..pak..oh..sassssh..”desah mama berulnag kali.Tangan pak sahrul memegangi payudara mama agar tdk dari mulut abang becak itu.Sepertinya pak sahrul amat ketagihan dengan payudara mama.Mungkin karena tdk pernah dijamah oleh biniknya dikampung yg sdh tua.”nyon..ya semakin cantik..”kata pak sahrul memuja mama ketika memandang muka mama yg berkringat dan matanya yg terpejam.”leb.ih..cep..at..pa..trus..”kata mama.
Pak sahrul mempercepat gerakanya dan tanganya kini memegani kepala mama dan mulutnya menahan rintihan mama.”pak..sy..tak..tah an..nehh..”kata mama.”akh…sshhhhhhhhhhs..oh….”desah mama.Pak sahrul menekan penisnya divagina mama dengan dalam2.Mama memejamkan matanya seperti yg dilakukan oleh pak sahrul.Lalu pak sahrul melepaskan penisnya dan membopong mama turun dari ranjang.Kemudian kepala dan leher mama diletakan ditepi tempat tidur.Sementara pinggul mama ditunggingkan.Ternyta pak sahrul ingin mendogie mama.”akh..oh..pak..”kata mama ketika pak sahrul menggesekan kontolnya di memek mama.”akhhhhh..pak.”desah mama lagi ketika pak sahrul menusuk vaginanya.”sassshh..oh..”pak sahrul memompa mama dengan sedikit lambat.Dan ahkirnya pak sahrul kembali memompa mama dengan tenaganya.Tanganya memegang perut mama.Mama terus mendesah terus mendesah sambil meremas dsternya diatas tempat tidur.


Mulut pak sahrul tdk tinggal diam,dijilatinya punggung mama yg tertutup rmbut dan basah.Tanganya sesekalmemukul pantat mama. .”pak..saya..kluar..akh..ohhhhhhhh” desah mama panjang utk orgasme yg ke-2 kalinya.Pak sahrul kembali menempel penisnya divagina mama.Lalu pak sahrul memangku mama dan duduk diatas bangku kecil.”ayo buk..sedikit lagi..”kata pak sahrul.Tangan pak sahrul meremas payudara mama dan lidahnya menjilati leher mama.”akh..pak..ayo..tumpahkan bibitmu dirahimku ayo..”kata mama.Mendengar perkataan itu pak sahrul langsung menancapkan penis kememek mama.”oh..pak..ayo..oh..”desah mama berulang kali.Tangan pak sahrul semaik leluasa meremas tetek mama.Mulutnyapun menjilati tengkuk mama.Lama klamaan pak sahrul sepertinya tak tahan.Dipompanya mama dengan sekuat-kuatnya,tetek mama bergerak naik turun mengikuti pompaan pak sahrul.”trus pak…laya..ni..aku..”kata mama.”pak….klua..sama…ya..”kata mama.PAk sahrul semakin mempercepat gerakanya.Mama kelihatanya menahan sesuatu”pak..saya..kluar..”kata mama.Pak sahrul mengentikan goyanganya dan menjatuhkan badannya kelantai.
“seka..rang..bu..”jerit pak sahrul.Tubuh mama menggenjang begitu juga pak sahrul.Pak sahrul sengaja menjatuhkan tubuhnya agar spermanya tdk tumpah kelantai.Mereka berdua terkulai lemas.Tapi ternyta pak sahrul tdk,pak sahrul mengangkat badan mama dan mnaruhnya dikasur.Lalu pak sahrul memakai sarungnya.Kemudian dia memakaikan mama daster.Aku bergegas masuk kedalam.Kulihat pak sahrul masih kuat menggendong mama.Setelah dibukanya pintu kamar mama,terdengar suara dikasur,pak sahrul membanting mama dan menutup pintu.Kulihat jam didinding menunjukan pukul 12.10 malam.Sebelum masuk kekamar,kuintip kamar mama.Ternyta pak sahrul menyelimuti mama.Aku masuk kekamar.Setelah kudengar suara pintu teras belakang terkunci aku pun tidur.Jam 5 aku bangun.Penisku telah mengacung tegang.Aku keluar dari kamar dan masuk kekamar mama.Kubuka selimut mama.Kunaikan dasternya keatas.Terlihat jembut mama yg berbentuk S.Karena takut mama bangun aku hany memfoto badan mama.Penisku semakin tegang saja.Karena tak tahan,aku langsung menurunkan celanaku.Kugesekan dimulut vagina mama.Lalu kokocok.Tak lama kemudian maniku aku tumpahkan dimulut vagina mama.Lalu aku bergegas keluar.Jam 6pas,aku telah berpakaian rapi.Dimeja makan telah tersedia teh dan roti.Aku dan mama sarapan bersama.Mama masih memakai daster 1talinya.Aku juga mencium bau sperma sedikit dari badan mama.Lalu aku berangkat sekolah.Karena hari sabtu aku pulang cepat.Jam 12 pas,setelah ngobrol sama temanku aku bergegas kerumah.Aku sengaja melewati pos ronda dimana pak sahrul mangkal.Dia hanya tersenyum kepadaku.


Sampai dirumah,mama menyambutku dengan hidangan lezat yg ada diatas meja.Saat itu mama mengenakan daster tangan pendek sepaha.Saat makan,tak disengaja aku menjatuhkan sendok.Tak disangka mama juga tdk memakai kolor.Nama ukiran dijembutnya yg bertuliskan huruf S.Aku berpura-pura tdk mengetahui hal itu.Jam 2siang,aku bosan menonton acara Tv.




Terpikir olehku untuk nonton bokep.Dan juga mama biasanya lagi tidur.Sebelum masuk kekamar,aku mengintip mama.Ternyta mama sedang membongkar lemari.”ngapain ma..”tanyaku.”mau cari baju buat entar malam…”jawab mama.”entar malam ada apa memangnya..”"ada pesta dirumah tante vida..”jawab mama.Lalu aku masuk kekamar.


Kuputar bokep terbaru.Setelah nonton bokep.Penisku kembali tegang.Akhirnya aku memutuskan untuk menidurkan badanku diatas kasur.Jam 4.30 aku bangun.Aku berjalan keluar.


Ketika mengambil gelas didapur,mama yg sedang menyiram bunga yg berada 2meter dari kacadapur dipeluk sama pak sahrul dari belakang.Mereka langsung jatuh ketanah,posisi pak sahrul diatas mama.”ih…abang nakal..tuhkan jadi basah..entar ketahuan gimana..”kata mama.Ternyata mama telah jatuh cinta dengan pak sahrul,buktinya dimemanggil abang dengan pak sahrul.”ketahuan..gak papa donk..”jawab pak sahrul.Kemudian pak sahrul mengambil slang dan menyiram selangkangn mama.”akh abang nakal..”"masa kebun rumah yg dimandiin kebunmu juga donk.”jwb pak sahrul.Kulihat badan mama telah basah kuyup.Nampak teteknya yg montok dan vaginanya yg terkena spermaku tadi pagi dari dasternya yg sudah basah.Lalu kuambil bangku dan duduk melihat pemandangan itu dengan segelas teh panas.Setelah pak sahrul melepaskan pelukanya.Mama masuk kekamar.Karena kupikir tak ada pertempuran lagi.Aku pun kekamar.


Jam 7mlm,mama pergi menaiki becak pak sahrul.AKu sudah menawarkanya untuk kuantarkan,tapi dia menolaknya.Karena kawatir ada sesuatu dengan mama,jam 8.30 aku pergi kerumah tante vida.Suasana didaerah rumahku malam itu agak sepi,hanya ada 1mobil yg lewat dalam 5mnt.Didaerahku,orangnya semua jarang keluar malam.Aku sengaja melewati pos becak.Hanya ada 2becak disitu.Dari kejauhan aku melihat becak pak sahrul lagi membonceng mama.Aku segera bersembunyi dipinggir gang kosong yg mengarah kesebuah rumah kontrakan yg lagi kosong.Tiba2 pak sahrul memarkirkan becaknya didepan pos.Kemudian pintu warung yg tadinya tertutup terbuka dan mama lari masuk kedalamnya.Pak sahrul membetulkan becaknya.Hpku bergetar,ternyta mama menge-SMSku dan bilang mama pulang malam,aku disuruh tidur duluan.Aku hanya tersenyum membacanya.Lalu kumatikan hpku.Aku masih menunggu digang sempit itu.”ayo neng..”kata pak sahrul dari jendela warung yg tertutup.Lalu pak sahrul melewati belakang warung yg mengarah pada rumah kosong tadi,setelah dibukanya pintu.Mama berlari masuk kedalam.KArena gelap,aku tidak mengetahui ada org dibelakang mama.Perlahan aku berjalan kebelakang rumah itu,dugaanku benar.Dibelakang rumah adlh sebuah ladang yg besar dan menuju pada sebuah sungai.Tak lama kemudian pintu belakang terbuka.”sudah ayo…”kata pak sahrul sambil memegang sebuah lampu teplok.Mama ternyata mengganti pakaianya,mama keluar dengan mengenakan kain sarung yg dililitkan didadanya.Sungguh sexy mama.Dari bawah kain sarung nampak betis mama dan sebagian paha mama yg mulus,sementara payudara yg tertutup sarung seperti ingin berontak keluar.”ayo buruan…”kata pak sahrul.lalu mereka berjalan kearah sungai.Kuikuti dari belakang.Tiba2 pandanganku tertuju pada sebuah rumah yg terbuat dari kayu yg berada dipinggiran sungai.”sudah sampai bu..”kata pak sahrul berada 5mtr didepan rumah yg agak seram itu.



Pintu rumah itu terbuka dan keluarlah sosok pria tua yg kira berumur 65thn,yg tak lain adlh pak Ronggo.Pak Ronggo adlh orang pintar,ia dipercaya sebagai tukang pijat.”masuklah…”kata pak Ronggo.Mama dengan gerakan kaku dirangkul oleh pak sahrul dan masuk kedalam.Aku berusaha mendekat,akhirnya aku mendapat lubang disudut kanan rumah.Mama dihadapan pak ronggo sementara pak sahrul disamping kananya.”ada datang non…”tanya pak renggo.”saya..anu…saya ingin mendapat kepuasan yg lebih selama berhubungan intim pak…”kata mama.Tatapan pak renggo mulai menggerayangi badan mama.Mulai dari leher hingga selangkangan mama.”oh..begitu..baiklah kamu harus mengikuti perintah saya.”kata pak renggo.Pak renggo menidurkan mama diatas kasur busa dengan posisi telungkup.Pak renggo mulai melancarkan aksinya.Pertama,ia membasahi punggung dan paha mama dengan minyak.Setelah itu ia menyuruh mama membuka sarungnya.Ternyata mama tdk memakai daleman apapun,dengan sekejap payudara dan vagina mama yg bertuliskan S nampak jelas.”haha…”pak renggo tertawa.Setelah mama terlentang pak renggo meremas-remas tetek mama dengan tangan kasarnya.”akh..ssshhh..akh..”desah mama.Remasan pak renggo membuat badan mama bergoyang-goyang.Mamapun meremas kain sarung yg tadi ia kenakan.”pak…oh…nikmat..pak..asshh..”desah mama lagi.


Tak lama,bibir pak renggo mendarat diputing mama.cupphh..suara isapan pak renggo pada puting mama.Pak sahrul memandangi dari pintu sambil berjaga diluar.”oh oh ahkhhhhhhhh…”teriak mama ketika puting mama diplintir dengan sangat keras.Kemudian pak renggo turun menjilati paha mama dan sampai pas didepan bibir vagina mama.Pak renggo menyentil itil mama dan dijilatinya bibir vagina mama yg berwarna merah.”ah..

pak..”mama tak berhenti mendesah nikmat.Tangan pak renggo mulai menyodok2 vagina mama.”pak..akh..”desah mama dan menggerakan pantatnya naik turun.Gerakan itu membuat pak renggo emosi,dengan keras pak renggo memukul belahan pantat mama”pakkkk”.Mama berhenti menggerakan pantatnya dan berganti menggelengakan kepalanya.”aku..akh..klu..ar..pak..”kata mama.Tubuh mama bergetar hebat dan pak renggo langsung membuka mulutnya dan menjilati air orgasme mama.Setelah itu,pak renggo mengambil sesuatu dari luar.

Pak renggo mengambil ujung sebuah kayu dengan ujungnya yg tumpul mirip kepala penis dan dilapisi dengan sebuah plastik tipis.
Kemudian kayu itu dicelupkan kedalam kaleng cet kecil yg berisi 1/2 cairan mirip sperma.”apa itu pak..”tanya pak sahrul.”ya itu air maniku yg kusimpan mulai 3bln yg lalu..”kata pak renggo.kayu yg dilapisi plastik itu telah basah dan pak renggo siap menusukan kedalam vagina mama.”akhhhhh..pak..sakit…”jerit mama.”pak..leps..kan..”tambah mama.Tapi pak rengo terus berusaha memasukan kayu yg diameternya kira 6cm dan panjang 15cm itu.”akhh…”jerit mama.Setelah masuk setengah pak sahrul mengocok kayu itu divagina mama.Mama mendesah panjang.”bu…enak..”tanya pak renggo.”eh..ena..k..pak..sshh..”jawab mama.”kamu ini pasienku atau lonteku..”tanya pak renggo.”pasien pak…”jawab mama.Pak sahrul mengocok dengan sangat cepat.
“pak…aku..lon..temu..”jawab mama.


Pak sahrul mencabut kayu itu.”ayo bu…minum ini…”kata pak renggo menyodorkan kaleng cat berukuran kecil kemulut mama.”kamu ini lonteku atau pasienku sih…”tanya pak renggo.”lonte pak..”kata mama yg telah membuka mulutnya.Baru seteguk,mama sedikit memuntahkan sprema dilantai.Pak renggo langsung menjambak rambutnya.”akh..”"jangan kau tumpahkan atau akan kusemprotkan kevaginamu..”kata pak renggo.Dengan bantuan tangan pak sahrul yg menjepit hidung mama.Mama meneguk sperma itu.”ha..ha…bagus bu..”kata pak renggo setelah puas melihat mama menghabiskan seluruh spermanya.Mama kelihatan sedikit mual.”kini saatnya penisku bermain..”kata pak renggo.Pak renggo membuka celananya.Nampaklah penis hitam pak renggo yg berukuran org negro itu.Lalu pak renggo menyuruh mama bergaya dogie styel,dan pak renggo menusukan penis itu kevagina mama.”akh…”desah mama.Pak renggo mengoyang dengan penuh sahdu dan pelan.Nampaknya pak renggo tdk ingin terlalu membuat mama letih dan ingin melancarkan asyik yg lain.”ah..bu nikmat sekali vagina mu,,…”"oh…terus…aku..milikmu..”kata mama.Goyangan itu membuat bangkit nafsuku,diam2 aku mengocok penisku.Beberapa saat kemudian”pak..saya kuluar.”kata mama dan tiba2 badan mama menggejang kembali,orgasme kedua kalinya.Lalu pak renggo mengganti posisi dengan cara berhadan.Digaya ini pak renggo dengan sadis melahap bibir mama hingga mama hanya bisa mendesah sesekali.Begitu juga tetek mama yg terus diremasnya.Mama kembali orgasme.Dan gaya terakir adlh gaya gunting.Digaya ini pak sahrul mendapat kesempatan memasukan penisnya dianus mama.”akh…sakit..”desah mama.Ketika mulai bergoyang mama tdk lagi mengerang kesakitan tapi semakin bernafsu dan berkata”terus…pua..skan..aku..oh..teru…s”berul ang kali.Terlihat mama terus memejamkan matanya ketika pak renggo meremas payudaranya.”pak..ah..saya..klua..r..”kata mama.Kedua lelaki itu menghentikan gerakanya dan mama mendesah.Setelah mama orgasme pak sahrul ikut orgasme dan menumpahkan dianus mama.Lalu pak renggo mengganti posisinya lagi,kini mama ditelentangaknya dan ia kembali memompa mama.Pak renggo kini bermain cepat.


Tanpa henti ia menggoyangkan penisnya sangat cepat hingga tetek mama ikut bergoyang naik turun.Kecepatanya melebihi kecepatan yg kutonton difilm BF.Dan tak lama kemudian,pak renggo mencapai puncaknya dan juga mama orgasme untuk kesekian kalinya.Setelah puas,mama ditelentangkanya dilantai.Sementara pak renggo minum air dan memakai celanya.”dashyat rul….”kata pak renggo.”gimana kita anter sekarang…”"ayuk..saya udah ambil bajunya neeh…”kata pak sahrul.Sebelum memakaikan mama baju,pak renggo menyiram badan mama dengan air yg berada di jerigen yg berisi bunga.”biar gak ketahuan..”kata pak renggo.Melihat mereka memakaikan mama baju,aku berlari menuju ketempat keretaku dan pulang kerumah.Sampai dirumah kulihat jam didinding menunjukan pukul 11.45 malam.Tak lama setelah aku minum terdengar suara becak pak sahrul.Aku masuk kekamar.


Kuintip dari ventilasi,pak renggo menggendong mama kedalam kamar dan melemparnya kekasur.Mama tdk memakai pakaian awal,melaikan daster yg aku tak tahu dari mana.Tak lama kemudian kudengar suara suara becak pak sahrul yg seperntinya mengantar pak renggo pulang.
Aku keluar dari kamar dan masuk kekamar mama,badan mama wangi,mungkin karena bunga tadi.Sebelum kekamar aku menusukan tanganku kevagina mama dan kucium wangi vagina mama yg bercampur dengan bau sperma.Lalu aku pergi tidur.Paginya aku terbangun pukul 6 lalu aku mandi.Setelah berpakaian,aku keluar.Suasana masih sepi,pintu kamar mama terbuka dan aku mendengar suara air dari dalam kamar mandi.Rupanya mama lagi mandi.Setelah permisi sama mama,aku pergi kesekolah.Jam 2 aku sampai dirumah.Setelah makan,aku pergi untuk membeli pulsa.Aku sengaja tdk memberi tahu mama yg ada dikamar.Karena tdk jauh,berjalan kaki.Setelah membeli pulsa,aku berjalan pulang.”kemana orang2..”gumanku.Suasana siang itu amat sepi,hanya ada beberapa pemulung sepanjang jalan rumahku.Terlihat sebuah mobil minibus hijau terpakir didepan rumahku.Aku kemudian bersembunyi dibak sampah setelah melihat pak sahrul berdiri didepan rumahku.Tak lama kemudian mama keluar dengan memakai tanktop merah keputih-putihan dan celana panjang hitam yg ketat.Pak sahrul ternyata bersama pak renggo dan pak saiful.Pak saiful adlh pemilik mobil yg juga merupakan salah seorang juragan dari pada tukang becak.Konon katanya dia memiliki 3org istri.Setelah menghidupkan mobil mereka pergi.Karena keretaku sengaja kuparkirkan diteras,aku tdk kehilangan jejak mereka.Ternyata mereka menuju sebuah gudang bekas tempat perjudian.


Daerahnya dari agak jauh dari rumah penduduk kampung sekitar.Setelah mobil terpakir,mama turun dengan memeluk pinggang pak saiful.Tangan pak saifulpun memeluk sambil mengelus rambut mama yg panjang.Lalu pak sahrul menutup pintu depan gudang itu.Kuparkirkan keretaku dibali1k pohon2 dan kupastikan takkan ada orang yg bisa melihat dari kejauhan.


Lalu aku berjalan mengelilingi gedung itu.Berkat keahlianku,aku berhasil masuk tanpa sepengetahuan mereka.Aku bersembunyi dibalik tumpukan tong-tong minyak.Pak saiful yg memakai kemeja pantai dan celana hitam sedang asyik mengelus rambut mama sambil bercerita-cerita.Mereka tampak seperti sepasang kekasih.Mamapun tak henti ketawa dibuatnya.Mereka berdua duduk diatas papan kayu.Tak lama kemudian,pak sahrul membisikan seusatu kepada pak saiful.”sebentar ya sayang..”kata pak saiful.Kemudian pak saiful mengeluarkan 10lmbr uang 100rb dan memberikan kepada pak sahrul.Kemudian pak sahrul dan pak saiful keluar.Sambil berjalan kearah mama,tangan pak saiful membuka 1per1 kancing bajunya.Tepat dibelakang mama,pak saiful hanya mengenakan celana panjangnya.Mama bangkit dan mereka saling berhadapan.Tangan pak saiful memegang pinggang mama.cuppfff…mereka berdua bercium mesra.Tangan mama melingkar dileher pak saiful.Ciuman pak saiful pun turun kepipi dan kuping mama.Dengan kedua tanganya,pak sahrul menurunkan tanktop merah mama sekaligus bh putih mama.Bibir pak sahrul pun turun menjilati payudara mama dengan penuh gairah.Tanganya yg meremas-remas payudara mama membuat mama begitu terangsang.Lidahnya pun secara bergantian menjilat dan mengisap puting mama.Pak saiful seperti seorang anak bayi yg minta ditetekan oleh ibunya.Mamapun tak henti mendesah dan sesekali melirik payudaranya yg dimainkan oleh pak saiful.
Oh….shsshh…akh…desah mama.Telunjuk pak saiful menekan puting mama kedalam.Badan mama semakin menggoyang.”ah susumu msh banyak kan..”kata pak saiful.Dengan mulut yg masih menempel diputing mama,tangan pak saiful menurunkan celana panjang mama.
Tak lama kemudian celana itu beserta cd mama telah turun hingga ke betis mama.Pak saiful langsung mengeluarkan penisnya.Dgn sedikit mencolek dan menjilat vagina mama,diarahkan kontolnya yg hitam itu kevagina mama.”akh.pak…oh..”desah mama.Dan lambat laun penis itu masuk kevagina mama.Pak saiful yg berhadapan dengan mama langsung menggoyang dan mulutnya menempel dimulut mama.Aku tdk mendengar jeritan mama.Goyangan pak saiful sangat cepat.Sesekali pak saiful melepas ciumanya,mama mendesah keras dan ingin mengucapkan sesuatu.


Goyangan pak saiful semakin cepat.”akh..akh..akh..”desah mama berulang2.Mereka berdua saling memejamkan mata.Pak saiful menekan keras penisnya kedalam vagina mama.Ternyta mereka berdua telah mencapai orgasme.”oh..ha.ha”desah mama dengan nafas yg tak teratur.Mama langsung terlentang dipapan itu.Kemudia pak saiful memakai bajunya dan bergegas meninggalkan mama.PAk saiful keluar dan tak lama kemudian masuk pak ronggo bersama seorang dokter yg masih muda.Badanya besar dan mempunyai jenggot tipis dan menurutku lumayan ganteng.”ini dia….”kata pak ronggo.Dokter itu mengeluarkan semacam alat yg berbentuk mangkuk kecil.kedua alat itu dipakaikan dikedua payudara mama dan tepatnya diputing mama.


Kemudian alat itu bergertar.Mama spontan bangkit dan mendesah tapi mama entah kenapa tak melawan.Setelah 5mnt,alat itu berhenti dan dicabut.Kemudian dokter itu menjepit puting mama dengan tanganya.Susu mama perlahan menetes.”wah ibu masih bersusu yah..”kata dokter itu.Pak ronggo tampak bahagia melihatnya.”silakan kalau dokter mau…”kata mama.


Dokter itu menempelkan mulutnya diputing mama,secara bergantian ia menghisap puting mama.mama memejamkan matanya sambil mendesah.


Dokter itu menyedot kuat payudara mama.Badan mama mengenjang dan mama orgasme.Kemudian dokter itu bangkit dan akan pergi.”pak apa mungkin istri saya ini dapat hamil…”tanya pak ronggo.”masih bisa…jika bapak mau dapat meminta pertolongan saya..”kata dokter itu.”sekarang pak.”kata pak ronggo.Lalu dokter itu memberikan sebuah resep kepada pak ronggo.”ini silakan dicoba..tapi sebelumnya istri bapak harus saya bersikan vaginanya dari sperma yg ada didalamnya.”kata dokter.Lalu pak ronggo membawa mama dan dokter itu kerumah.Dirumah aku tdk tahu apa yg terjadi karena pak ronggo berjaga didepan rumah.Setelah dokter itu keluar dengan wajah yg berseri dan pergi dengan becak pak renggo,aku masuk.Didalam aku menemukan mama tegeletak dikasur dengan rambut yg berantakan dan bugil.Bulu vagina mama botak dan dari vagina mama menetes air.”oh..ssh…”desah mama keluar dari mulut mama.Mama duduk dikasur dan memegang vaginanya.Kemudian ia masuk ke wc dengan jalan yg tak lurus.Sejak kejadian itu,pak renggo selalu meminta jatah dengan mama.



http://awasip.blogspot.co.id/2012/12/mama-ku-yang-seksi-di-entot-tukang-kebun.html

Permainan Istriku Ketika Di Pijat

Sudah sekitar 2 bln terakhir ini gw sering berfantasi yg mungkin bs dibilang nakal. Yakni merasa lbh horny jk melihat istri gw ML sm cowok lain. Ya.., mungkin krn khdpn seks yg monoton. Seiring dengan berjalannya waktu gw berhasrat ingin mencoba merealisasikan fantasi gw tsb.

Istri gw tergolong alim & pemalu. Pernah gw pancing ide gila ini sewaktu sedang ML dengannya. Walhasil... do’i marah bro.

Hingga suatu hari muncul ide yg mnrt gw cocok untuk merealisasikan fantasi gw tsb.

Awalnya gini, untuk menjaga kebugaran & vitalitas tubuhnya, istri gw sering dipijat. Tp selama ini yg mijat adl ibu2x tua. Ya.., namanya juga tukang pijat beneran.

Sedikit info ttg istri gw, usianya 29 th, tingginya 165cm, ukrn bra 36B. Kulit kuning langsat. Facenya sepintas spt Dina Lorenza.

Kejadian ini berawal ketika suatu hr gw pernah baca iklan dikoran tentang pijat refleksi. Bermodalkan info tsb, lalu gw ketempat pemijatan tsb. Singkat cerita, setelah mendapatkan info yg gw butuhkan, akhirnya gw membuat janji dgn pengurus panti pijat tsb mengenai kapan, siapa yang yg memijat & dipijat, kategori pemijatan & tempatnya.

Di hari & tempat yg telah dipersiapkan, sekarang gw tinggal menunggu waktunya sj. “Jam berapa Mas pijatnya?” tanya F istri gw. “Jam 9”. “Kok ga suruh Bi Tika sj sih yg pijat. Kaya’ biasanya?” “Pijat yg satu ini lain. Namanya juga refleksi. Bukan spt pijat urut biasa. Tp fungsi utamanya utk merelekskan otot2x yg kaku. Bahkan bs menyembuhkan penyakit tertentu jika rutin”.

Tepat jm 9 lwt 10 menit sang pemijat pun datang.

“Malam Mas T. Maaf sy sdkt terlambat.” “Ndak apa2x. Kebetulan anak2x sdh tidur, jadi ga ada yg ganggu. Maklum msh kecil2x.”

Setelah perkenalan sejenak dgn istri gw, lalu acara pemijatan pun dimulai.

Sengaja gw pilih ruang kamar tidur khusus tamu dlm proses pemijatan kali ini. Karena sebelumnya gw sdh memasang hidden cam di salah sudut kmr tsb. Jd nanti gw bs leluasa memantau seluruh isi ruangan.

“Bisa dimulai skrng Mbak F” tanya A kepada istri gw. Sdkt info lagi, pemijat yg gw pilih memang usianya lebh muda 3 th dr istri gw. Dan face-nya pun lumayan ganteng. Kulitnya kuning, tinggi sktr 170 cm.

Istri gw berbaring telungkup diranjang yg memang khusus utk 1 orang. Dia hanya berbalut kain tp msh menggunakan bra & cd.

A memulai aksinya. Pijatan dimulai dari telapak kaki. Gw memperhatikan dgn seksama setiap gerakannya.
“Kalo terasa sakit, bilang ya Mbak,” ucap B kepada istri gw. “Iya,” jwb F singkat.
Sambil memijat B berusaha bersikap sopan baik dlm berbicara maupun bertindak. Dan untuk mencairkan suasana, kami bertiga pun terlibat perbincangan ringan.

Hampir 10 menit berlalu, tahap pemijatan berhenti didaerah lipatan dengkul. Kemudian B beralih ke punggung.

“Maaf Mbak F, sy buka bra-nya ya. Soalnya mau diberi minyak?” Dengan posisi kepala yg miring, Istri gw melirik kearah gw. Dan gw pun mengangguk pelan. “Buka sj A, biar nggak mengganggu,” jwb gw.

F mulai kelihatan rileks. Dan dia mulai menikmati pijatan B didaerah punggungnya.

“Aku ke WC dulu Ma, udah kebelet nich,” kata gw pura2x. Padahal disinilah awal fantasi gw bermulai. Lalu gw meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.

Keluar dr kamar gw tdk menuju ke WC melainkan ke ruang tamu sambil menghidupkan alat perekam dr hidden cam yang sdh gw pasang.

Video receiver & recorder yg gw beli cukup kecil tp lumayan canggih. Selain kualitas gambar yg cukup bgs, alat ini juga dilengkapi dgn audionya.

Sungguh pemandangan yg bs bikin horny melihat istri gw disentuh & diraba oleh pria lain. Apalagi ketika A minta izin istri gw utk menurunkan sdkt cd-nya krn akan memijat daerah pantat.

Gw semakin horny ketika melihat aksi A yang agak menekan-nekan jarinya didaerah pangkal tulang ekor pantat istri gw. Dan istri gw pun kelihatannya semakin rileks dan menikmati setiap sentuhan & pijatan A.

Gw mengambil inisiatif utk cari alasan keluar rumah supaya mereka bisa lebih leluasa. Dgn berpura-pura keluar dr WC, gw msk lagi kedalam kamar.

Pemandangan yang indah. Kini cd F sudah berada di daerah dengkulnya. Meskipun pantatnya tertutup kain.

“Ma., aku keluar sebentar mau beli nasi goreng. Mama mau nggak?” Istri gw hanya menjawab dgn gelengan pelan dengan mata yg terpejam.

Kelihatannya dia sudah benar2x rileks. Lalu gw pun keluar dgn menghidupkan motor. Dan berlalu.

Beberapa meter dr rumah, gw mematikan mesin. Lalu gw kembali lg kerumah. Dan masuk lewat pintu belakang yg sengaja tdk gw kunci. Dari dlm dapur, gw mulai menonton aksi A.

Pemandangan yg gw lihat semakin indah. Kini cd F sudah terlepas dari tubuhnya. Samar-samar gw bisa mendengar percakapan mereka krn gw sengaja mengecilkan volume audionya.
A sekarang memijat bagian paha F. Ketika kamera zoom-nya diperbesar, gw dpt melihat dgn jelas ada sesuatu yang menonjol dibalik training A.

“Jika terasa sakit, bilang ya Mbak.” F hanya mengangguk pelan. Tangan A semakin naik keatas pangkal paha F. Terlihat jelas posisi F yang mulai berubah. Dia mungkin sdng menahan geli atau juga merasakan sensasi tertentu ketika jari2x A terkadang dengan sengaja menyentuh vaginanya.

Posisi kaki F sekarang tidak serapat pada saat mulainya pemijatan. Sedikit demi sedikit mulai melebar baik sengaja atau pun karena akibat pijatan A yg membuatnya bergeser.

“Enak Mbak F?” Istriku hanya terdiam. Mungkin karena agak malu.
“Mas T beli nasi gorengnya di mana mbak?” “Di daerah L” balas F.

Jarak tempuh dr rumah ku ke daerah L sekitar 15 menit PP. Proses pemesanan kira2x 15 menit. Jadi ada wktu 30 menit. Mungkin itu yg ada dalam benak A.

A menuangkan sedikit minyak di atas bongkahan pantat F. Dan mulai memijat lembut lalu turun kearah anus F. Mendapat sentuhan itu F secara reflek menggoyangkan pantatnya.

A merasa mendapat angin segar. Tampak sekali A berusaha merangsang F dgn sentuhan2xnya baik didaerah anus maupun daerah vagina F. Dan sekarang tanpa malu2x lagi bahkan lebih intensif. F istri gw pun tampak semakin menikmatinya.

Suasana horny didalm ruangan gw ganggu sejenak dgn bunyi sms yg sengaja gw kirim ke F yg beritanya bahwa ban motor gw bocor. Jadi mungkin agak lama br bs kembali kerumah.

Jawaban yg gw terima sedikit mengejutkan. “Iya..., ndak apa2x. Sebentar lagi pijatannya udah selesai”. Setelah mengirimkan sms, A melanjutkan lagi pemijatannya.

Kali ini di mulai memijat daerah leher. A berdiri tepat di atas kepala F yang sekarang kepalanya disuruh menghadap sejajar ranjang.

Dengan memijat2x lembut sesekali tangan A mengelus punggung F. Dengan posisi mata tetap terpejam, F nampak sekali menikmati setiap sensasi yang dirasakannya.

Tangan kiri memijat lembut pangkal leher F dan tiba2x tangan kanannya mengelus dan mengusap vagina F yang menurut gw pasti sudah sangat basah.

“Ach...., ach.., terdengar desahan F. “Nikmati saja mbak” ucap A sambil mulai memasukan jarinya kedalam vagina F. “Hmm..., ackh....” Nafas F semakin tidak teratur.

Lalu.., A menarik tangan kanannya dan tiba2x mengeluarkan kontolnya. Kini pemandangan yg kulihat benar2x dahsyat. Dengan posisi berdiri diatas kepala F, kontol A berada tepat dihadapan mulut F. Meskipun F belum menyadarinya karena sedari tadi matanya terpejam. Setelah itu, A memainkan kembali tangannya di daerah vagina F.

“Mbak.., tolong buka matanya,” pinta A. Lalu perlahan F membuka matanya. F sempat kaget mendapati ada sebuah torpedo yang mengacung tegak dan jelas lebih besar & panjang dari punya gw berada tepat didepan mulutnya.

Dengan nafas sedikit memburu, tanpa diperintah, dengan perlahan F mulai mencium dan menjilat kontol A. A memajukan sedikit posisi berdirinya agar F dapat dengan mudah memasukan kontolnya kedalam mulutnya.

Sungguh diluar dugaan gw. Ternyat F yg selama ini gw kenal agak sedikit berbeda. Dengan lembut F mulai mengulum & menghisap batang kontol A. Mendapat perlakukan spt itu, A menyuruh F berbaring terlentang tanpa melepaskan kontolnya dari mulut F.

Lalu A mulai meraba dan menjilat toket F.
Mereka melakukan aksi seperti itu sekitar 5 menit. “Boleh sy masukan mbak?”
F mengangguk pelan. “Jawab dong mbak,” ucap A pelan sambil mulai mencium bibir F. Karena pengaruh libido yg sdh tidak terkendali, gw melihat F mulai bertindak diluar kendalinya.
“Boleh,” ucap F lirih.

Kemudian A memposisikan kontolnya didepan vagina F. Dengan sekali dorongan halus, perlahan-lahan kontol A masuk kedalam memek F. “Aacchhh...,” desah F.

A mulai memompa pantatnya secara perlahan. F yang dalam kendali birahi seolah-olah mengimbanginya.

Oohh., nikmat sekali memekmu mbak. Sempit sekali. Bagaimana kontolku mbak. Nikmat? Tanya A. “Iya...,” “Apanya mbak? Pancing A. “Kontolmu nikmat. Besar & panjang.” Nikmat mana dengan punya suamimu mbak?
“Eh...ackh.. nik..mat kontolmu.”

“Yeaach..., nikmatilah Mbak, nikmatilah kontolku.”
Uch...achk, Terdengar desahan F Istri gw.

“Agak cepat A. Genjot yg cepat. Ack..., yah..., genjot yg keras A.” Teriak F. “Apanya yg digenjot Mbak?” Pancing A. “Memekku A. Genjot memekku.”

“Aa....aaack....., aku hampir sampai A. Terus...., yg cepat..” nafas F semakin memburu.
Perkiraan gw sebentar lagi F pasti akan merasakan orgasmenya. Namun beberapa detik kemudian, ternyata A mencabut kontolnya dari vagina F.

“Jangan dicabut A, please..., aku belum dapet. Please.., masukan lg kontolmu A. Aku mohon...,” pinta F.

“Tenang aja mbak. Pasti aku masukan lagi. Tapi, kita ganti posisi dulu. Sekarang mbak nungging ya..? perintah A.
Demi meraih orgasme dan karena dipengaruhi birahi yg tinggi, F istri gw seolah-olah melupakan statusnya sekarang.

Tanpa diperintah kedua kalinya, F langsung mengambil posisi menungging.
Melihat lubang memek F yang menganga, A langsung mengarahkan kontolnya.
Blezzz.., kontol A yang panjangnya ge perkirakan 20 cm langsung lenyap ditelan memek F istri gw.

“Ackh..., pelan-pelan A,” erang F. Tapi A tdk menghiraukan ucapan F. Begitu kontolnya amblas, langsung digenjotnya cepat-cepat.

“Oh.., yeach.., nikmat sekali memekmu F. Legit.”
Nafas F kian memburu mendapat perlakuan sedikit kasar dari A.
“Terus.., genjot terus yang cepat. Ackh..., ackh...., oohhh..,” F kian meracau.

“Semakin cepat A. Aku udah mau sampe..., ackh..”
Mendengar ucapan F, A tiba-tiba langsung mencabut kontolnya dari lubang memek F.

“Aduh.., please A jangan dicabut. Please..., masukan lagi,” terdengar suara F sedikit menghiba.

Lalu A membalikan tubuh F. Disuruhnya F mengangkang. Kemudian..., Blezzz, kontol A masuk lagi.

Sambil melumat bibir F, dengan genjotan berirama dan pelan A mulai memompa pantatnya.

Gw yang sedari tadi melihat kejadian ini, jadi ikut-ikutan ngos-ngosan menahan nafsu.
Terus terang, gw jadi sangat horny melihat F istri gw di perlakukan sedemikian rupa oleh pria lain.

Hampir 5 menit berlalu, bibir F dan A masih tetap berpagutan, saling hisap dan menjilat. Dan mulai tampak tanda-tanda F akan segera orgasme.

Ciumannya semakin kuat. “Ackh...., ackh...., mmph..., te..rrus.., agak cepat A.”
“Mbak...F,” terdengar pelan suara A sambil mengurangi kecepatan genjotannya.
“Mbak F...., kalo’ mbak pengen sampe, mbak F harus menuruti semua keinginan saya.”

F terdiam sejenak. Birahinya mengalahkan akal sehatnya. Lalu mengangguk pelan.

“Baiklah..., saya akan buat mbak F orgasme dengan syarat mbak harus mau menelan sperma saya. Bagaimana mbak F ?” tanya A sambil tetap memompa pantatnya.

Gila.., batinku. F pasti tidak akan meu melakukan hal itu. Selama ini dia tidak pernah mau jika gw akan ejakulasi di mulutnya. Apalagi menelan sperma.

“Terserah kamu A. Yang penting sy bisa sampe. Puaskan sy sekarang A, please...” pinta F.
Mendengra ucapan F, gw sempat terperanjat. Tapi gw juga penasara, apa betul f mau melakukan hal tersebut.

“Baiklah mbak.” Lalu A mulai menaikan kecepatan genjotannya. Sambil menjilat puting F.

“Yeach..., terus A. Ter..russs., yang cepat A.”
“Ackh..., nikmat sekali mbak memekmu. Ayo mbak..., ucapkan mbak kalo mbak mau menelan sperma sy. Katakan mbak,” perintah A.

“Saya mau sperma kamu A.” “Mau apa mbak? Ucapkan yg jelas.”
“Saya mau menelan sperma kamu A.” “Kamu haus...?” “Iya..., A. Sy haus dan mau menelan perma kamu.”

“Terus...., ohh...., nikmat sekali kontolmu A. Genjot yg cepat A. Sy udah mau sampe...., lebih cepat lagi A.”
“Saya akan memberikan orgasme terhebat yg belum pernah kamu rasakan mbak,” balas A.

Melihat tanda-tanda F akan segera klimaks..., “Nah..., sekarang tahan nafasnya mbak,” perintah A.

F menuruti perintah A. Dia segera menahan nafasnya. “Tahan terus mbak, jangan dikeluarkan dulu sampai mbak sampe,” perintah A lagi.

Beberapa detik kemudian....
“Aaacchkkkk..............,” teriak F. Sungguh pemandangan yang benar-benar menakjubkan. Mata F terpejam begitu dia memperoleh orgasmenya. Nampak sekali dia merasakan suatu kenikmatan ML yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tubuhnya bahkan menegang keras berbarengan dengan orgasme yang diperolehnya.

Tidak lama setelah F orgasme, tiba-tiba A mencabut kontolnya. Dan mengarahkan ke mulut F.

Sambil mengocok kontolnya dengan cepat, “Sekarang..., buka mulutnya mbak,” pinta A.

Dugaan gw meleset. Gw kira F tidak bakalan mau melakukan itu. Tapi yang gw lihat ternyata sungguh diluar dugaan. F menuruti perintah A.

“Hisap kepala kontol sy mbak,” perintah A. Sambil mengocok dengan semakin cepat, A menghisap dengan kuat kepala kontol A.

“Aa....ackhh....., ackh...., telan mbak. Telan semuanya.” “Tanpa ragu F istri gw menuruti semua perintah A dengan menelan semua sperma A.

Setelah semua spermanya diperas keluar, perlahan A menarik keluar kontolnya dari mulut F.

“Bagus mbak..., bagaimana rasanya ? Nikmat bukan. Sy yakin pasti mbak suka dengan rasa sperma sy. Karena saya bukan perokok.

F hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.

“Orgasme yg mbak alami tadi itu namanya A Little Death. Nikmat nggak?”
“Iya..., sy belum pernah orgasme senikmat itu. Ini pengalaman yg luar biasa,” jawab istri gw.

Setelah beristirahat sejenak, lalu mereka pun berpakaian kembali. Dan gw segera pura-pura kembali dari membeli nasi goreng.

“Ohh.., udh selesai mijatnya,” tanya gw pura-pura. “Udah Mas,” jwb A. Dan setelah ngobrol sebentar, lalu A berpamitan pulang.

“Gimana Ma ? Enak nggak ?” pancing gw. “Lumayanlah,” balas istri gw datar berusaha menutupi kejadian yg sebenarnya.

“Kalo rutin tiap minggu mau nggak ?” pancing gw lagi. “Terserah Mas aja.”

http://pantexmaa.blogspot.co.id/2009/11/permainan-istriku-ketika-di-pijat.html